dian putra namanya,
lakilaki yang menurutku tampan, yang aku kenal saat TK itu,
yang sudah membuat aku meliriknya semenjak aku TK, saat aku dan dia bermain kejar-kejaran.
semenjak aku bersekolah di TK dharma wanita bersamanya aku menyimpan rasa,
dan setelah aku kelas 5 SD di SD kebraon 2, dia nyatakan perasaannya kepadaku..
memang sedikit konyol saat itu..
aku ingat, taruhanmu dulu, yang kamu pesankan kepada sahabatku untuk aku..
"ayo cepet-cepetan baca surat yasin, kalo kamu yang cepet aku bakalan nembak kamu, tapi kalo enggak yaudah"
tapi buktinya, tanpa itupun kita jadian :)
aku ingat puisi pertama yang aku kirim untukmu :)
judulnya "pelangi dan kupu-kupu"
saat itu temanku yang memberikannya padamu, sebenarnya kularang untuk memberinya, tapi sudah terlanjur.
dan yang membuat aku menangis saat itu adalah saat kamu berkata "jelek"
itu saja yang kamu katakan.
aku ingat saat kamu bermain sepakbola didekat bakso belakang sekolah, kamu memakai jamper abuabu saat itu :) aku ingin melihat respon mu yang cemburu saat itu, aku meneriakkan dengan keras kepada teman-temanku "ehh ayoo ke warnet depan rumahku biar ketemu masmas keren ituu", dan reaksimu ? ~DATAR~
aku ingat saat kita bermain kejar-kejaran, mengelilingi SD, tanpa alasan yang jelas, aku ingat tempat kita ketemuan saat itu, yap, di bawah tangga dan ruko dekat rumah.
aku ingat saat kita bertemu dulu, aku membawa teman"ku, dan kamu engan teman-temanmu.
aku ingat bagaimana lucunya saat dimana kita akan bertemu kamu melewati rumahku beberapa kali dan pintu rumahku tertutup. akhirnya temanku yang menjeputku.
bodohnya kamu, tidak mengirimkan pesan untukku saat kamu menungguku di depan gang rumahku.
bodohnya aku, karena disaat kita pulang waktu itu, disaat kamu ingin memboncengku, dengan sepeda kayuhmu, aku langsung malu dan berlari, memanggil nama temanku, padahal tak ada siapasiapa disitu :')
bodohnya aku.... padahal aku ingin sekali merasakan dibonceng kamu dengan baju kesayanganmu yang berwarna coklat-putih garis itu :)
tapi aku malu :')
aku ingat saat aku beli jus di rumahmu :)
ibumu yang menjuali, saat itu aku beli jus alpukat.
saat itu ibumu memanggil kakak perempuanmu dan berbisik pada kakakmu "ituloh anak.e"
aku ingat betapa bingungnya kamu, saat surat kita dulu yang kamu sembunyikan dibawah kasur ketauan sama ibumu. aku ingat saat itu kamu marah. kamu nangis.
aku juga ingat gimana sakitnya saat kamu tak acuhkan sapaanku saat itu.
pernah kamu tau?
saat semester 1 kelas 6?
apa yang kamu katakan kepadaku melalui pesan singkatmu itu membuat aku menangis sejadi-jadinya.
ingat apa yang kamu katakan saat itu?
"kon loh elek. aku jek isok ndolek seng liyone. akeh seng ngantri nang aku"
aku menangis sejadi-jadinya, hingga esoknya saat aku disekolah.
di bawah tangga , tempat biasa kita bertemu,
aku datang lebih pagi dan menangis disitu.
tiba-tiba, sahabatku datang dan langsung kebingungan sendiri melihat aku menangis.
kutoleh gerbang belakang, kulihat kamu memasukki gerbang sekolahmu di SD kebraon 4. aku marah, aku malu , aku gak mau terlihat jelek didepanmu saat aku menangis.
aku langsung pergi.
melihatmu sesaat. aku tau matamu merah seperti habis nangis.
tapi tak tau kenapa.
selang beberapa jam kemudian,sahabatku menghampiri.
dia berkata "nyun iku di kongkon ibue putus karo kon soale bari ngene kape unas"
BLARRR!
aku lebih marah lagi. kenapa gak mau jujur aja?
selang beberapa hari, kita tak saling sapa. nomermu tidak aktif dan langsung ku hapus.
aku berusaha menjalani kehidupan normalku. setelah 5 bulan setengah menjalani komitmen bersamamu.
pengumuman unas, nilaiku lebih tinggi dari kamu.
rencana kita untuk satu sekolah di SMP 16 gagal sudah. hanya aku yang keterima, dan kamu di SMP 34.
aku ingat saat aku berada di wartel, ibumu bertanya "berapa danemu" aku menjawab "25,90, dian masuk mana tante?" , "SMP 34 jawabnya"
saat itu ada kecewa yang mendalam.
selang saat itu, aku suda lupa akan dia.
sampai akhirnya dia menelepon ku, di saat aku pelajaran bahasa indonesia, pada kelas 7 SMP semester 1.
aku senang. hingga saat kucoba hubungi lagi, itu nomer ayahmu, bukan nomermu.
aku selalu ingat
semua tentang kita dulu
aku tidak berharap kamu mengingatnya
karena
aku ingat pesanmu
berbunyi
"mantan emang gak bisa dilupain, tapi yang harus kita lupakan adalah perasaan kita yang masi ada untuk si mantan"
:)
terima kasih dian putra untuk 5 setengah bulan yang berarti untukku :)
with love :')
lintang novela rosada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar