hai, apa kabar kamu? saat kamu membaca tulisanku ini,pasti kamu sudah menjadi pemeran utama di cerita milik wanita yang lain.
sayang,
ingatkah kamu dulu sempat menjadi pemeran utama dalam setiap ceritaku? dalam setiap celotehanku? kamu selalu menjadi aktor yang namanya selalu aku agung-agungkan ketika aku bercerita kepada mamaku, kepada teman-temanku. Bagai sutradara kawakan, akupun berhasil membawa namamu sebagai sosok idaman yang aku miliki, aku berhasil membuat mereka semua iri saat membaca tulisanku mengenai 'KITA', aku berhasil membuat mereka mendambakan sosok pasangan seperti 'KITA' saat kuceritakan indahnya hari yang kulalui bersamamu,dulu.
Iya, dulu sayang, itu semua dulu, saat kamu masih menjadi Romeo dalam hariku, saat kamu masih menjadi Arjuna untukku, saat kamu masih menjadi.... Ah, sudahlah tak usah ungkit itu lagi :)
sekarang kamu sudah menjadi Romeo,Arjuna,dan mungkin kamu sudah menjadi raja bagi dia, wanita yang kini menjadi kekasihmu, menggantikanku, yang sudah kamu singkirkan secara perlahan tapi pasti dari cerita kita. Kamu memaksaku mengakhiri semua goresan cerita mengenai kita, memaksaku memberi tanda titik pada kalimat manis kita, memaksa ku berhenti membayangkan masa depan yang indah bersama. Iya, kamu tega! tidak, mungkin kamu bosan, ingin mencari sosok Juliet yang lain, yang bisa memenuhi segala keinginanmu yang tak dapat kupenuhi, yang lebih segalanya dibandingkan aku, aku yang hanya seorang remaja labil, tukang galau yang segala sesuatunya selalu aku certitakan dalam tulisanku.
sayang,
sudah lama aku merelakanmu memilihnya dan meninggalkan aku, aku sudah ikhlas atas kepergianmu, bahkan kini aku sudah menemukan pangeranku yang baru, yang mengisi tiap hari dalam hidupku setelah kepergianmu, namun posisimu tetap tidak akan terganti oleh siapapun, sayang.
well, tujuan utama aku menilis ini semua sebenarnya aku hanya ingin kamu tahu sakitnya hari setelah kepergianmu.
biar kuceritakan :)
aku menjadi sosok yang rapuh saat kamu mencerca aku didepan kekasih barumu, sedangkan aku,kamu tahu ketika kita sedang bersama, sikapmu begitu manis berbeda 180 derajat saat aku tak bersamamu, apakah kamu yang munafik sayang? atau aku yang terlalu perasa?
aku menjadi sosok yang selalu diincar oleh kekasihmu saat ia cemburu membabi buta kepadamu, dia mengira aku masih mengharapkan mu dan ingin menghancurkan romansa kalian.
iya sayang, aku memang sempat mengharapkan kita kembali utuh seperti semula,tapi aku juga wanita, aku bisa menahan rasaku untukmu, menahan rasaku agar kamu tetap bahagia meskipun tanpa aku, dan apakah kini kamu masih bisa dengan bangga menyebutku sebagai PERUSAK? sementara aku selalu menutup mulut seolah bisu walaupun aku tahu aib,bahkan sikap burukmu, demi apa? demi kamu dan dia bisa bahagia sayang. Coba kamu berfikir sekali lagi, gunakan nuranimu, jika aku memang PERUSAK aku bisa dengan mudahnya berkoar mengenai sifat burukmu yang kuketahui selama ini, hingga tidak ada satu orang pun tuan putri yang sudi mendampingimu.
nyatanya aku selalu berusaha menjaga nama baik mu kan sayang?
nyatanya kamu tetap mencercaku, tanpa kuketahui dimana letak kesalahanku :)
tak mengapa,
dengan cercaan mu, aku bisa mengambil kesimpulan, bahwa aku masih menjadi pemeran utama dalam kisah hidupmu, menjadi tuan putri yang kau impi-impikan namun tak bisa kau gapai.
Dengan kata-kata fiktif dari kekasihmu yang tidak mengenalku namun sering berkoar tentang aku, aku bisa menarik kesimpulan, bahwa ia merasa kamu masih menginginkan sosok ku ada dalam diri kekasih barumu, dia mungkin hanya iri padaku, tolong beri dia penjelasan sayang, jangan kau berikan api yang akan semakin menyulut suasana panas antara aku dan dia, kamu laki-laki kan? tolong jangan menjadi musuh dalam sekimut sayang :)
satu lagi, aku juga bisa bahagia, dengan atau tanpamu, hidupku akan berlanjut walau tanpamu.
tidak semua yang aku tulis adalah kamu, tidak semua yang kamu baca adalah aku :")
sadarilah, kita sudah memiliki jarak, aku dengan dia, dan kamu dengan kekasih barumu :")
seperti katamu:
'semoga kita dipertemukan lagi suatu saat nanti, menyatukan jari jemari lagi untuk menjadi tujuan hidup yang terakhir kali'- kemal. ditulis di belakang novel RDJ (hadiah anniv 6bln)
dari aku, wanita yang sering kamu sebut sebagai 'bantal',
yang kini sudah bahagia tanpamu :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar